Nama Saya

Nama saya… Pasaran. Er… maksudnya bukan orang-orang panggil saya ‘pasar’, tapi nama saya itu banyak banget yang ngembarin. Buat yang punya nama sama kayak saya, you know what I mean and what it feels like.

Jadi nama lengkap saya Annisa Nur Rahma. Saya tahu orang tua saya berniat baik kasih nama itu karena artinya juga baik. Annisa = wanita, Nur = cahaya, Rahma = berkah/kasih. See that…

Pertemuan saya dengan orang lain yang bernama sama (bagian depannya aja) dimulai sejak saya masih sd. Dimulai dari tetangga anak kecil unyu yang masih balita dan adik kelas saya. Lanjut smp, ada yang sempet jadi temen sekelas. Di sma ga tanggung2 seangkatan saya ada empat yang namanya berawalan dengan Annisa. Untungnya ga ada yang pernah sekelas. Si adik kelas di sd itu juga jadi adik kelas di smp dan sma. Di kampus ada 2 temen seangkatan yang panggilannya nisa.

Dan sepertinya hal ini (nemuin orang yang namanya sama kayak saya) ga akan pernah berakhir. Baru aja dua hari yang lalu di tempat kursus ada lagi, sekelas sama saya pula.

Tahu sendiri artis-artis juga banyak yang namanya Annisa. Tapi kenapa setiap kali orang nyamain nama saya ke Anisa Bahar ?!! KENAPA NGGAK ANNISA POHAN AJAAAAA ??!!! *INI GIMANA MATIIN CAPSLOCKNYA??!*

Beberapa bulan yang lalu juga, setelah munculnya pelantun lagu yang liriknya ‘ Tuhan, tolong, aku,..’ keberadaan saya mulai terusik lagi.

Contohnya nih, saya lagi makan dikantin, meja sebelah lagi ngomongin ceribel, dan tiba-tiba pas liat saya mereka jadi senyam-senyum. Pernah saya lagi di lab duduk-duduk, temen saya ndeketin sambil nyapa “Hai Annisa… Tuhan, tolong, aku..” dan dia langsung lewat aja ninggalin saya yang cuma mesem doang. Dan beberapa kejadian serupa masih terjadi.

Intinya, punya nama pasaran itu emang ada nggak enaknya. Nilai positif yang bisa diambil, yah mungkin karena banyak orang yang suka sama nama itu jadi banyak yang kasih nama itu ke anaknya. Yang jelas sih ntar anak saya namanya musti lebih canggih.

Liat aja nama-nama anak jaman sekarang.

Oh iya, beberapa hari yang lalu saya nggak sengaja ndengerin orang yang lagi daftar ulang di tempat kursus.

Mbak resepsionis : “Namanya siapa?” sambil siap2 ngetik di keyboard.

Mas2 : “Simon Libeltus.”

Mbak resepsionis : “Simon… ?” dengan wajah terangkat lagi, menatap orang di depannya.

Mas2 : “Li bel tus. Lima belas agustus…”

Wah, orang tuanya perhatian sekali biar anaknya nggak lupa sama tanggal ulang tahunnya sendiri😀

2 pemikiran pada “Nama Saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s